Empowering Digital Warriors

Hi, I am
Satria Yudha Pratama, S.Kom.

Web Programmer, Network Enginner, Data Analyst, & Informatics Teacher

“In the digital world, true warriors are those who never stop growing, adapting, and pushing beyond their limits”.

Satria Yudha Pratama, S.Kom.

Tentang Saya

I am Satria Yudha Pratama, a graduate in Informatics Engineering from the University of Muhammadiyah Malang, with interests in the fields of science and technology, computer networks and the internet, software engineering, graphic design, and digital marketing.

10+

Tahun Pengalaman

12+

Project Selesai

3+

Kelas Aktif

100%

Kepuasan Klien

Keahlian Utama

Layanan & Spesialisasi

Design and Website Programming

Web design is the creation of websites and pages to reflect a company’s brand and information and ensure a user-friendly experience.

Computer Network and Internet

A computer network is a group of devices that can communicate with each other, while the internet is a global network that connects all computers.

Coding Courses For Kids and Adult

Teaching to write code lets them create things like games and apps. This helps them learn valuable skills in problem solving, creativity, and logic.

Akademi

Program Kursus Pilihan

Tingkatkan keahlian Anda melalui materi pembelajaran terstruktur yang disusun berdasarkan kebutuhan industri saat ini.

Lihat Semua Kelas
OSN Informatika SLTA
SMA

OSN Informatika SLTA

OSN Informatika adalah kompetisi pemrograman kompetitif tingkat nasional yang menguji logika, struktur data, dan algoritma menggunakan bahasa C++.

Rp 100.000
Pemrograman web
UMUM

Pemrograman web

Pemrograman web adalah proses pembuatan, pengembangan, dan pemeliharaan situs web atau aplikasi berbasis web yang diakses melalui internet menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Ini mencakup pembuatan struktur (HTML), desain (CSS), interaktivitas (JavaScript), hingga logika server dan basis data (back-end).

Rp 300.000
Dasar Pemrograman Python SMA
SMA

Dasar Pemrograman Python SMA

Dasar pemrograman Python di SMA adalah pengenalan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang sederhana, mudah dibaca, dan berorientasi objek. Kurikulumnya berfokus pada logika dasar variabel, tipe data, input/output, operator, percabangan (if-else), dan perulangan (looping) untuk membangun keterampilan pemecahan masalah dan persiapan studi lanjut.

Rp 250.000
Karya Terbaik

Galeri Portfolio

Lihat Semua Karya
Sistem Administrasi Sarana dan Prasarana
Lihat Detail
Design and Website Programming

Sistem Administrasi Sarana dan Prasarana

Yayasan Mabadi'ul Ihsan

Platform digital terintegrasi untuk mengelola, melacak, dan mengaudit seluruh aset inventaris serta transaksi peminjaman di lingkungan Yayasan Mabadi'ul Ihsan & Daar Al Ihsan.

Sistem Informasi Laboratorium Terpadu V 1.2
Lihat Detail
Design and Website Programming

Sistem Informasi Laboratorium Terpadu V 1.2

Yayasan Mabadi'ul Ihsan

Platform manajemen dan peminjaman ruang laboratorium lintas unit secara real-time. Memudahkan pengorganisasian jadwal KBM dan kegiatan khusus yayasan tanpa bentrok.

Sistem Informasi SMP Plus Cordova
Lihat Detail
Design and Website Programming

Sistem Informasi SMP Plus Cordova

SMP Plus Cordova CIIS

Sistem informasi sekolah SMP Plus Cordova dua bahasa yang berisi berbagai informasi dari sekolah

Sistem Akademik Terpadu Yayasan Mabadi'ul Ihsan Banyuwangi
Lihat Detail
Design and Website Programming

Sistem Akademik Terpadu Yayasan Mabadi'ul Ihsan Banyuwangi

Yayasan Mabadi'ul Ihsan

Sistem informasi akademik multi tenant yang mempunyai beberapa data dalam satu data induk

Sistem Informasi Mabadi'ul Ihsan Daar Al Ihsan Banyuwangi
Lihat Detail
Design and Website Programming

Sistem Informasi Mabadi'ul Ihsan Daar Al Ihsan Banyuwangi

Yayasan Mabadi'ul Ihsan

Sistem informasi Yayasan Mabadi'ul Ihsan Banyuwangi dengan berbagai berita dan kegiatan pada semua naungan unit lembaga pendidikan

Sistem Manajemen Absensi
Lihat Detail
Design and Website Programming

Sistem Manajemen Absensi

SMP Nurul Abror Al Robbaniyin

Sistem informasi akademik absensi terpadu untuk siswa dan pegawai pada SMP Nurul Abror Al Robbaniyin Wongsorejo

Blog & Artikel

Publikasi Terbaru

Lihat Semua Artikel
03 May 2026

Mengenal Data Mining: Belajar Menemukan Pola dari Data

Mata Pelajaran: Coding and Artificial Intelligence Di zaman digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas menghasilkan data. Saat kita menggunakan media sosial, bermain game, menonton video, atau bahkan berbelanja online, data terus dibuat dan dikumpulkan. Namun, pernahkah kita berpikir: “Bagaimana komputer bisa memahami data-data tersebut?” Jawabannya adalah melalui proses yang disebut Data Mining. Apa Itu Data Mining? Data Mining adalah proses: mencari pola, informasi, atau pengetahuan dari sekumpulan data. Sederhananya, data mining membantu kita: memahami data menemukan pola membuat kesimpulan membantu mengambil keputusan Contoh Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari Bayangkan seorang guru memiliki data: nilai siswa kehadiran hobi siswa Setelah diperhatikan, ternyata: siswa yang rajin hadir cenderung memiliki nilai lebih tinggi banyak siswa yang suka membaca juga memiliki kemampuan menulis yang baik Nah, proses menemukan pola seperti itu disebut: Data Mining Apa Itu Data? Data adalah kumpulan informasi. Contoh data: Nama Umur Hobi Andi 13 Gaming Budi 12 Membaca Sinta 13 Menggambar Data bisa berupa: angka teks gambar suara Mengapa Data Mining Penting? Karena data mining digunakan di banyak bidang teknologi modern, seperti: Bidang Contoh Pendidikan Analisis nilai siswa Kesehatan Mendeteksi penyakit Game Mengetahui game favorit pemain Media Sosial Rekomendasi video Toko Online Rekomendasi produk Hubungan Data Mining dengan Artificial Intelligence (AI) Artificial Intelligence atau AI bekerja menggunakan data. Sebelum komputer bisa “cerdas”, komputer harus: melihat data mempelajari pola membuat keputusan Nah, proses memahami pola dari data inilah yang menjadi dasar dari data mining. Tahapan Sederhana Data Mining Untuk siswa SMP, data mining bisa dipahami melalui langkah berikut: 1. Mengumpulkan Data Contoh:Melakukan survey di kelas tentang: makanan favorit game favorit lama bermain HP 2. Menyusun Data Data dimasukkan ke dalam tabel menggunakan Microsoft Excel. Contoh: Nama Game Favorit Lama Bermain Andi Mobile Legends 2 jam Sinta Roblox 1 jam 3. Mencari Pola Contoh: Banyak siswa bermain game lebih dari 2 jam Sebagian besar siswa menyukai game online 4. Membuat Kesimpulan Contoh:“Game online menjadi hiburan favorit siswa kelas 7.” Belajar Data Mining Menggunakan Excel Pada pembelajaran ini, siswa akan menggunakan Microsoft Excel karena: mudah digunakan tampilan visual cocok untuk pemula membantu memahami data dengan cepat Contoh Penerapan Data Mining dengan Excel Contoh Kasus: Survey “Makanan Favorit Siswa” Data: Nama Makanan Favorit Andi Bakso Budi Nasi Goreng Sinta Bakso Dinda Mie Ayam Langkah Analisis Menghitung jumlah makanan favorit Hasil: Bakso = 2 siswa Nasi Goreng = 1 siswa Mie Ayam = 1 siswa Membuat Grafik Menggunakan: Bar Chart Pie Chart Tujuan:Agar data lebih mudah dipahami. Contoh Penerapan Data Mining di Dunia Nyata YouTube YouTube menganalisis: video yang ditonton durasi menonton video yang disukai Lalu YouTube memberi rekomendasi video. Toko Online Toko online mempelajari: barang yang sering dibeli barang favorit pengguna Lalu menampilkan rekomendasi produk. Game Online Game online melihat: game favorit pemain waktu bermain level permainan Untuk memberikan event atau fitur baru. Apa yang Akan Dipelajari Siswa? Dalam pembelajaran ini, siswa akan belajar: memahami data membuat tabel membuat grafik mencari pola sederhana membuat kesimpulan dari data Tujuan Pembelajaran Melalui materi ini, diharapkan siswa: Mampu memahami konsep dasar data mining Mampu menggunakan Excel untuk mengolah data Mampu berpikir logis dan analitis Memahami dasar cara kerja AI modern Pesan Penting untuk Siswa Belajar data mining bukan hanya tentang angka. Tetapi tentang: bagaimana menemukan informasi penting dari data. Penutup Data mining adalah salah satu teknologi penting di era digital dan Artificial Intelligence. Dengan memahami dasar data mining sejak SMP, siswa dapat memiliki pondasi yang kuat untuk mempelajari: coding machine learning artificial intelligencedi masa depan. Motivasi “Data adalah informasi, dan informasi dapat membantu kita memahami dunia.” Media Pembelajaran Silakan lanjutkan pembelajaran melalui media interaktif berikut: Excercise Oleh: Satria Yudha Pratama, S.Kom.
Baca Selengkapnya
26 Apr 2026

Gerbang Otomasi: Mengungkap Rahasia Mikrokontroler dan Membangun Lampu Pintar Pertamamu

Selamat datang di dunia mikrokontroler! Jika Anda baru pertama kali memegang Arduino dan bingung harus mulai dari mana, Anda berada di tempat yang tepat. Di balik kepintaran teknologi modern seperti pintu yang terbuka otomatis atau lampu jalan yang menyala saat magrib, terdapat sebuah "otak" kecil bernama mikrokontroler. Pada tutorial pertama ini, kita tidak hanya akan menyalakan lampu LED, tetapi kita akan membuatnya menjadi "pintar". Kita akan membuat tiruan lampu jalan raya: Lampu yang menyala otomatis saat ruangan gelap, dan mati sendiri saat ruangan terang. Melalui proyek ini, Anda akan memahami tiga konsep paling fundamental dalam dunia mikrokontroler: Input (Membaca data dari lingkungan), Proses (Logika pengambilan keputusan), dan Output (Melakukan tindakan fisik). 1. Berkenalan dengan "Aktor" Rangkaian Kita Untuk proyek ini, siapkan perlengkapan Starter Kit Anda. Berikut adalah komponen yang kita butuhkan: Board Arduino UNO: Ini adalah otak yang memproses instruksi. Breadboard: Papan prototipe tanpa solder untuk menghubungkan komponen. Ingat aturannya: lubang vertikal (tengah) saling terhubung, dan lubang horizontal (pinggir) biasanya untuk power pasokan listrik. Lampu LED: Bertindak sebagai komponen output. Kaki yang panjang (Anoda) dipasang ke kutub positif (+), sedangkan kaki pendek (Katoda) ke kutub negatif (-). Resistor 220 Ohm: Penahan arus listrik yang digunakan agar LED tidak terbakar (Gelang warna: Merah-Merah-Cokelat). Sensor LDR (Light Dependent Resistor): Sensor cahaya (input) yang nilai hambatannya berubah tergantung cahaya. Resistor 10k Ohm: Resistor pendamping untuk sensor (Gelang warna: Cokelat-Hitam-Oranye). Kabel Jumper: Beberapa kabel tipe Male-to-Male. 2. Teori Esensial: Rahasia Voltage Divider Sebelum merangkai, mari memahami konsep di balik LDR dan Voltage Divider. LDR adalah komponen yang nilai hambatannya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya. Namun, Arduino hanya bisa membaca tegangan listrik (Volt), bukan hambatan (Ohm). Untuk mengubah perubahan hambatan LDR menjadi perubahan tegangan yang bisa dibaca Arduino, kita menggunakan teknik yang disebut Voltage Divider (Pembagi Tegangan). Caranya adalah dengan memasang LDR dan Resistor 10k secara seri berurutan. Titik pertemuan antara kedua komponen ini akan menghasilkan tegangan yang naik-turun seiring perubahan cahaya. Titik inilah yang dihubungkan ke Pin Analog (A0) pada board Arduino. Secara matematis, rumus pembagi tegangan ini adalah : 3. Panduan Perakitan (Hardware) Langkah 1 adalah merangkai komponen di Breadboard. Demi keamanan, pastikan kabel USB Arduino tidak terhubung ke komputer saat merangkai komponen. A. Rangkaian Output (Lampu LED) Tancapkan kaki panjang LED (Anoda) dan kaki pendek (Katoda) pada dua baris yang berbeda di breadboard. Hubungkan pin Digital 9 pada Arduino ke baris kaki panjang LED. Hubungkan satu kaki Resistor 220 Ohm ke baris kaki pendek LED, dan kaki resistor lainnya ke jalur GND (Minus/Biru) di pinggir breadboard. Hubungkan jalur GND di breadboard tersebut ke pin GND pada board Arduino. B. Rangkaian Input (Sensor LDR) Tancapkan kedua kaki LDR pada dua baris yang berbeda di breadboard (misalnya baris A dan baris B). Hubungkan pin 5V Arduino ke baris A. Di baris B, kita akan membuat "titik cabang". Tancapkan tiga hal pada baris B ini: kaki kedua LDR, satu kaki Resistor 10k Ohm (kaki satunya lagi ke jalur GND/Minus di pinggir breadboard), dan sebuah kabel jumper yang menuju ke pin A0 pada Arduino. 4. Menghidupkan Rangkaian dengan Kode (Software) Bahasa pemrograman Arduino berbasis C++. Program Arduino selalu memiliki dua struktur utama, yaitu setup() dan loop(). Bagian setup() hanya dijalankan 1 kali saat Arduino baru dinyalakan, biasanya digunakan untuk menentukan fungsi pin apakah sebagai INPUT atau OUTPUT. Sedangkan bagian loop() dijalankan terus-menerus berulang kali, dan di sinilah logika utama program Anda berada. Langkah 2 adalah menulis kode program. Buka aplikasi Arduino IDE di komputer Anda, hapus semua kode bawaan yang ada, lalu salin kode di bawah ini: // --- 1. DEKLARASI VARIABEL --- int sensorPin = A0; // Jalur masuk data dari sensor LDR [cite: 50, 114] int ledPin = 9; // Jalur keluar perintah untuk menyalakan LED [cite: 51, 115] int nilaiSensor = 0; // Wadah untuk menyimpan angka hasil bacaan sensor [cite: 52, 116] // --- 2. PENGATURAN AWAL (Dijalankan 1 Kali) --- void setup() { pinMode(ledPin, OUTPUT); // Menetapkan Pin 9 sebagai Output (Pemberi perintah) [cite: 56, 119] Serial.begin(9600); // Membuka jalur komunikasi ke layar komputer [cite: 56, 120] } // --- 3. PROGRAM UTAMA (Dijalankan Terus Menerus) --- void loop() { // Membaca kondisi lingkungan nilaiSensor = analogRead(sensorPin); // Membaca tegangan di A0 (skala 0-1023) [cite: 60, 123] // Menampilkan angka bacaan ke komputer Serial.println(nilaiSensor); // Mengirim angka ke Serial Monitor agar bisa kita lihat [cite: 62, 125] // Logika Pengambilan Keputusan (Kondisi) [cite: 63, 126] if (nilaiSensor < 500) { // JIKA nilai cahaya rendah (Kondisi Gelap) [cite: 64, 127] digitalWrite(ledPin, HIGH); // MAKA nyalakan listrik ke LED [cite: 65, 128] } else { // JIKA TIDAK (Kondisi Terang) [cite: 67, 132] digitalWrite(ledPin, LOW); // MAKA matikan listrik ke LED [cite: 70, 133] } // Memberi jeda agar program berjalan stabil [cite: 72] delay(100); // Jeda 0,1 detik sebelum mengulang agar program tidak terlalu lelah [cite: 73, 135] } Bedah Istilah Penting: analogRead(pin): Ini adalah "mata" Arduino yang membaca sensor yang nilainya bervariasi (seperti cahaya). Perintah ini mengonversi tegangan analog menjadi angka digital 0 hingga 1023. if - else: Ini adalah "otak" pengambil keputusan yang mengatakan, "JIKA nilainya di bawah 500, tolong nyalakan lampunya. SELAIN ITU, matikan saja". digitalWrite(pin, HIGH/LOW): Mengirim perintah "Nyala Full" (HIGH) atau "Mati Total" (LOW). pinMode: Menentukan peran sebuah lubang pin. Serial Monitor: Layar di komputer Anda untuk "mengintip" apa yang sedang dibaca oleh Arduino. 5. Uji Coba dan Eksperimen Langkah 3 adalah menguji rangkaian. Colokkan kembali kabel USB Arduino ke komputer Anda. Pastikan Anda sudah memilih Board dan Port yang tepat di menu Tools. Selanjutnya, klik tombol Upload (ikon panah ke kanan). Setelah upload berhasil, buka Serial Monitor (ikon kaca pembesar di pojok kanan atas Arduino IDE). Waktunya Bereksperimen! Coba tutup sensor LDR menggunakan jari Anda agar kondisinya menjadi gelap. Anda akan melihat angka di Serial Monitor mengecil, dan lampu LED akan menyala seketika! Sebaliknya, arahkan cahaya senter ke LDR, maka angka akan membesar dan LED akan mati. Sebagai saran belajar, cobalah untuk mengganti angka 500 di dalam kode tersebut. Jika Anda menggantinya menjadi 800, maka lampu akan lebih sensitif dan tetap menyala meskipun ruangan hanya sedikit redup. Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya Selamat! Anda telah merampungkan sistem otomasi pertama Anda. Setelah Anda berhasil membuat sistem otomatisasi ini, Anda siap untuk mengeksplorasi sensor lainnya! Di modul berikutnya, kita akan menggunakan Potensiometer untuk mengatur tingkat kecerahan lampu secara manual. Teruslah berlatih, dan selamat bereksperimen!
Baca Selengkapnya
26 Apr 2026

Mengungkap Rahasia Mikrokontroler: Apa Itu Arduino dan Mengapa Mempelajarinya?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana pintu kaca di pusat perbelanjaan bisa terbuka sendiri saat Anda mendekat? Atau bagaimana mesin cuci tahu persis kapan harus membuang air dan mulai memeras pakaian? Di balik kepintaran mesin-mesin tersebut, terdapat sebuah "otak" kecil yang bekerja tanpa henti. Otak kecil itulah yang kita sebut sebagai Mikrokontroler. Dan bagi siapa saja yang ingin mulai menciptakan teknologi pintar mereka sendiri, Arduino adalah gerbang utama yang paling bersahabat untuk memasukinya. Apa Itu Mikrokontroler? Bayangkan mikrokontroler sebagai sebuah komputer super mini yang dicetak di atas satu keping chip kecil. Berbeda dengan komputer atau laptop Anda (yang menggunakan Microprocessor untuk melakukan banyak tugas rumit sekaligus seperti bermain game, membuka browser, dan mendengarkan musik), mikrokontroler adalah seorang spesialis. Mikrokontroler didesain untuk melakukan satu tugas spesifik secara terus-menerus dan berulang-ulang. Misalnya: membaca suhu ruangan, lalu memutar kipas angin jika suhu terlalu panas. Karena fokus pada tugas sederhana, mikrokontroler membutuhkan daya yang sangat kecil dan harganya jauh lebih murah. Lalu, Apa Itu Arduino? Dulu, memprogram sebuah mikrokontroler adalah pekerjaan yang sangat rumit. Anda harus memahami bahasa mesin yang membingungkan dan merangkai puluhan kabel hanya untuk menyalakan satu lampu kecil. Di sinilah Arduino hadir sebagai pahlawan. Arduino bukanlah nama chip mikrokontroler, melainkan sebuah platform elektronik open-source yang dirancang untuk membuat penggunaan mikrokontroler menjadi semudah mungkin. Ketika kita membicarakan Arduino, kita sebenarnya membicarakan dua hal yang tidak terpisahkan: Hardware (Papan Fisik): Papan sirkuit cetak (seperti Arduino UNO) yang sudah dilengkapi dengan mikrokontroler, colokan USB untuk ke komputer, dan deretan lubang (pin) untuk menyambungkan kabel dengan sangat mudah tanpa perlu menyolder. Software (Arduino IDE): Perangkat lunak tempat Anda mengetikkan kode perintah (menggunakan bahasa C/C++ yang sudah disederhanakan), lalu mengirimkannya ke papan fisik hanya dengan satu klik tombol Upload. Mengintip Anatomi Arduino UNO Untuk berkenalan lebih jauh, mari kita lihat bagian-benda penting dari model yang paling populer di dunia, yaitu Arduino UNO: Mikrokontroler (ATmega328P): Chip hitam memanjang di tengah papan. Ini adalah "otak" yang sebenarnya, tempat program Anda disimpan dan dieksekusi. Port USB: Tempat Anda menghubungkan kabel ke komputer untuk mengirim program, sekaligus sebagai sumber listrik. Pin Digital (0-13): Jalur untuk mengirim perintah tegas (Nyala/Mati) atau membaca kondisi tegas (Tombol ditekan/dilepas). Pin Analog (A0-A5): Jalur khusus untuk membaca data yang bervariasi, seperti tingkat kecerahan cahaya, kekuatan putaran kenop, atau suhu ruangan. Pin Power (5V, 3.3V, GND): Rel pasokan listrik untuk menghidupkan komponen luar seperti sensor atau layar. Poin Kunci: Arduino bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan ide di kepala Anda, kode di layar komputer Anda, dan pergerakan benda fisik di dunia nyata. Mengapa Memilih Arduino? Jika Anda baru memulai, Arduino adalah pilihan terbaik karena beberapa alasan: Mudah Dipelajari: Anda tidak perlu latar belakang teknik elektro untuk mulai membuat lampu berkedip atau alarm sensor gerak. Mendukung Windows, Mac, dan Linux: Perangkat lunaknya berjalan mulus di sistem operasi apa pun. Komunitas Terbesar di Dunia: Jika Anda menemui jalan buntu atau error, jutaan orang di internet telah menanyakan dan memecahkan masalah yang sama persis. Kesimpulan Memahami mikrokontroler melalui Arduino adalah langkah pertama untuk mengubah status Anda dari sekadar konsumen teknologi menjadi seorang kreator teknologi. Anda tidak lagi hanya memakai barang pintar, tetapi Anda mulai merancang bagaimana barang pintar tersebut berpikir dan bertindak.
Baca Selengkapnya
Mari Berdiskusi

Punya Project Keren?
Ayo Wujudkan Bersama.

Saya selalu terbuka untuk mendiskusikan project pengembangan produk, ide kreatif, atau peluang menjadi instruktur di instansi Anda. Jangan ragu untuk menghubungi saya.

Email Pribadi

satria19121994@gmail.com

WhatsApp

628973266517

Kirim Pesan Langsung

Chat WhatsApp